Menulis ~seperti halnya membaca~ adalah aktivitas yang dapat dikatakan lekat dengan keseharian kita. Para pelajar & mahasiswa, misalnya, mau tak mau, suka tak suka, mereka harus menulis tiap hari untuk mencatat materi yang mereka peroleh dari kegiatan belajar-mengajar. Walaupun ada yang 99% bermodal fotokopi catatan teman, diktat guru/dosen, atau salinan materi yang disampaikan dengan media slide, tetap saja mereka tidak bisa terbebas dari kewajiban menulis pada saat ujian atau ada tugas pembuatan makalah. Bagaimana dengan mereka yang tidak lagi berstatus keduanya? Tetap saja butuh menulis… bahkan yang tidak bekerja secara formal, sekalipun. Ibu rumah tangga, misalnya, perlu rajin & secara tertib mencatat pemasukan & pengeluaran sehari-hari untuk mengetahui kondisi keuangan rumah tangga. Ini sangat berguna untuk menghindari terjadinya besar pasak daripada tiang, & bisa jadi secara tidak langsung juga dapat mencegah timbulnya konflik antara suami & isteri =).
Bagiku sendiri, dan mungkin juga bagi orang-orang lain yang cenderung introvert sepertiku, menulis merupakan sarana yang ampuh untuk mengekspresikan diri: bisa itu sekedar mengungkapkan pendapat; bisa kontemplatif; bisa katarsis; bisa juga narsis… Menulis tidak lagi sekedar “karena harus menulis”, tapi sudah menjadi kebutuhan jiwa. Sehari saja tidak menulis, rasanya seperti dehidrasi (halah…). Kalau sudah begitu, kadang-kadang jadinya ~setelah dibaca ulang~ adalah tulisan yang amat sangat sungguh tidak bermutu sama sekali, tapi ya biarlah…
Akhirnya… selamat datang di dunia kata-kata (mengutip kalimat yang pernah ditulis seorang teman), & selamat berkelana dalam tulisan-tulisanku!
wah, layoute keren. met tahun baru mba retno…
wah mba satu ini memang terkenal doyan nulis he3 buhar aja kayaknya yang doyan nulis cuman dia
, dari dulu sampe sekarang biker sejati kemana-mana naek sepeda maksudnya yuk mba sekarang sudah waktunya kita penuh2in wordpress ini dengan tulisan2 narsis kita
mampir mbak..
:D
kulonuwun…