Akhirnya, para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini turut menghiasi pemandangan di sepanjang bulevar UGM bersedia untuk pindah ke arena food court yang telah disiapkan oleh pihak kampus. Ini saya ketahui dari KOMPAS Yogyakarta edisi tgl 3 Februari 2009, & saya telah membuktikannya sendiri kemarin ketika mampir ke Gelanggang Mahasiswa UGM.
Entah apa yang membuat mereka luluh, padahal dulu sepertinya ngotot banget menolak relokasi dengan alasan apa pun (sampai demo segala). Hmm… mungkin mereka pikir akan lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya, ya…
. So, why not?
Kemarin itu juga, ketika saya mau makan siang di Kantin KOPMA UGM (jadi ini ceritanya “satu paket perjalanan”, gitu…
), saya harus mengantri cukup lama. Maklumlah, pas jam makan siang. Nah, yang ada di depan saya itu bule-bule, lumayan buanyak… (eh, bukan melulu bule, kok… ada satu orang yang bertampang entah India atau Srilanka nyelip di tengah-tengahnya
). Sebenarnya bule bukan hal yang aneh di UGM, tapi tetap saja kali itu terasa beda. Soalnya seingat saya, selama 14 thn lebih jadi pelanggan di kantin tersebut
, ya baru kemarin itu saya lihat bule dalam satu gerombolan besar (heheh… emangnya apaan ya…
) di sana. Biasanya, sih, cuma 2-3 orang.
Kadang-kadang memang seru juga melihat pemandangan di tempat yang lebih sering saya sebut sebagai “kafe” itu. Ya siapa pengunjungnya, juga tingkah polah mereka. Warna-warni! (pssttt… Duta “Sheila on 7″ juga suka nongkrong di situ loh, kalau lagi ada di Jogja & nggak sibuk… maksud saya bareng konco-konconya main basket…
)
Dua Hal tentang Kemarin
4 02 2009Komentar : 10 Komentar »
Kategori : Ruang Bebas
Komentar Terakhir