Selamat ulang tahun, suamiku… (halah… “suamiku”, kayak di telenovela saja ya, he-he-he…)
Terima kasih sudah 12 tahun menemaniku dalam suka & duka…
Menjelajah berbagai medan dalam panas & hujan…
Bareng-bareng keseruduk motor sampai terkapar di tengah-tengah pertigaan… (hee… nggak segitunya lagi…)
Kamu memang benar-benar tahan banting…
Tak pernah mengeluh walau sering tersakiti! (maafkan aku, ya…)
Nah, sekarang sudah pada tahu ‘kan, kayak apa “suamiku” itu…
Dialah sepeda gunung Feroza biru, yang sebagian petualangannya sudah pernah didongengkan di sini . Jadi cukup jelas ‘kan, kenapa dia “benar-benar tahan banting” & “tak pernah mengeluh walau sering tersakiti”? (ya iyalah, namanya juga sepeda…)
Omong-omong, belakangan ini saya suka berkhayal, kira-kira bisa tidak ya, si Feri itu diwariskan kepada anak saya? Nanti biar emaknya naik city bike atau sepeda listrik saja, he-he-he…
P.S.: Sebenarnya ultah si Feri itu tgl 18 Juni, tapi berhubung pada hari-H ada permasalahan teknis saat hendak memasukkan tulisan ini ke Wp, jadilah “belated-birthday greeting”. Harap maklum… ![]()

Kalo gitu saya salam aja deh buat mas feri, insya Allah besok ketemu..
Pasti mbak kangen kan sama saya..
I’m coming…
saya juga suka kasih nama barang-barang saya. seperti motor Sipra X saya namanya Supri, hihihi..
met ultah untuk mas Feri ^_^
mbak no,,
hihihihihi
mas ferry dapat saLam dari ChiLup,,
ChiLup beLum punya teman niyh,,
lol
cheers,,
Tha
uwaaaaa,,,
baru tw mbak klo namanya ferry,,,
^o^v
Saya juga ada, yang satu namanya Brodi, satunya lagi si Mar. Hehehe… Lagi senang-senangnya nunggangi si Mar, asik sih. Langsing dan cepat tanggap, seolah mengerti apa maksud saya.
Btw, kita masih ngomongin sepeda loh…