Keberadaan kaum Adam dalam suatu rumah tangga tidak selamanya lantas menjamin segala hal yang “bersifat maskulin” akan selalu beres. Mau bukti? Tadi pagi aku musti merelakan diri untuk menjelajah atap rumah, demi membersihkan tumpukan sampah daun yang sukses membuat talang air menjadi buntu hingga menyebabkan banjir lokal di dapur & gudang –yang posisinya memang bersebelahan. Padahal… ada seorang kakak lelaki –kebetulan (hmmhh?!?) sama-sama masih lajang– yang tinggal bersamaku, lho! Dia, sih, beralasan gamang. Ya sudah, kalau alasannya menyangkut urusan kesehatan, apa boleh buat, hehehe… Lagipula dia juga harus bersiap untuk berangkat kerja. Toh, setidaknya dia masih dapat diberdayakan untuk memegangi tangga saat aku naik & turun, hehehe…
Pernah juga aku harus mengambil buah pepaya yang cukup besar pada ketinggian sekitar 3 meter di atas permukaan tanah. Pakai tangga, sih… batang pohon pepaya, kan, agak licin :=P. Nah, untuk kasus yang satu ini, memang aku yang menawarkan diri. Pasalnya, kondisi tanah di sekitar pohon pepaya itu agak riskan (lembek), jadi dikhawatirkan bisa membuat posisi tangga tak stabil jika dinaiki orang yang cukup berbobot seperti bapak & kakak laki-lakiku (wuehehe… ketahuan, deh, kalau aku ini kurang berbobot!). Untung saja keluargaku tergolong egaliter, jadi nggak ada yang protes “cewek, kok, manjat-manjat!”…
Mmm… perhatian, sama sekali tak ada maksud untuk “pamer keperkasaan”, lho! Aku, melalui tulisan ini, cuma ingin memberikan motivasi kepada kaum sesamaku untuk tidak terlalu bergantung kepada laki-laki, untuk tidak pernah mengeluh yang semacam “andai saja ada cowok di sini…”, seolah jika tak ada laki-laki lantas pekerjaan “maskulin” tak bisa terselesaikan. (Lagipula, sesungguhnya tak ada pekerjaan yang eksklusif: ini pekerjaan laki-laki, itu pekerjaan perempuan. Manusia saja yang kurang kerjaan, melakukan pengkotak-kotakan yang nggak penting…
)
Bagaimanapun ada saat-saat tertentu perempuan harus hidup tanpa pria, seperti halnya ada saat-saat tertentu pula perempuan memerlukan kehadiran pria. Hidup musti seimbang, to? (hehe… nyambung nggak, sih?)
Karanggayam, jelang tengah malam 20 April 2007
Komentar Terakhir