
Setelah sempat “kagol” gara-gara kehilangan ATM yang bisa mengeluarkan duit 20 ribu, akhirnya saya punya kesempatan untuk “protes” kepada BNI. Kebetulan—ah iya, sebenarnya kata ini tak ada lagi dalam kamus kehidupan saya! 8) —hari itu (2/7/2008 ) saya akan melakukan adjustment (ini istilah keren untuk pencetakan berbagai transaksi yang terjadi pada rekening kita
) untuk tabungan saya. Lantas muncul pikiran, kenapa tidak sekalian saja menanyakan “si ATM yang hilang” itu?
Jadilah, sembari menunggu selesainya proses adjustment, saya ajak ngobrol si mbak CS yang saat itu melayani saya. Gambaran percakapan kami kira-kira seperti ini…
Saya (Pm): Mbak, ngngng… ATM 20 ribuan sudah nggak ada lagi, ya?
Si mbak CS (Cs): Hmmh? Ada… itu yang letaknya paling barat. Di UNY juga ada.
Pm: Loh… itu bukannya sudah jadi 100 ribu? Di UNY juga tinggal yang 50 ribuan…
Cs: Masak, sih? Ada, kok…
Ya sudah, daripada jadi debat kusir, saya pun tak meneruskan obrolan. Lagipula misi utama saya bertemu dia sudah selesai. Barangkali tak ada salahnya kalau dibuktikan saja kengototan si mbak CS itu, begitu pikir saya sekeluar dari gedung BNI Cabang UGM.
Saya pun mengarahkan langkah kaki ke gerai ATM. Langsung ke sisi paling barat, tentu saja. Begitu ada di dalam… nah lho, kok tulisan di labelnya (jadi) Rp 20.000 (lagi)?
Saya amati lagi seseksama mungkin, iya… itu Rp 20.000… Untungnya saat itu pengunjung tidak sedang berjubel, jadi saya bisa langsung ngeloyor keluar gerai tanpa perlu merasa salah tingkah yang teramat sangat karena mendapat tatapan bernada “ngapain ni orang cuma lewat?” dari begitu banyak mata.
Sungguh aneh, saya sangat yakin bahwa pada tgl 18 Juni 2008 tidak ada ATM bernominal 20 ribu di BNI UGM. Mata kanan saya memang minus setengah, tapi masih bisa membedakan angka 100 & 20 dengan jarak baca normal sekalipun tanpa kacamata (lho?!?
). Lalu, apakah syaraf saya yang kurang beres pada saat itu? Atau… mungkin pergantian itu hanya untuk beberapa hari & saya tidak tahu karena antara 19 Juni – 1 Juli saya sempat “mutung”? Atau, hei… jangan-jangan ada pegawai BNI UGM yang membaca tulisan saya di sini ya, makanya terus ATM yang 20 ribuan diadakan lagi!
Saya, demi segala kemungkinan ajaib yang tiba-tiba melintas di benak itu, cuma bisa geli sendiri sambil geleng-geleng & garuk-garuk kecil di kepala yang tidak terasa gatal…
Yah… syukurlah kalau pecahan 20 ribu masih bisa dijumpai di ATM. Namun tetap saja saya keki. Kali ini gara-garanya adalah naiknya biaya administrasi bulanan tabungan saya menjadi 9 ribu! :-< Saya pun ternyata tetap tidak mendapati nominal 20 ribu di ATM BNI UNY (hayo, Mbak CS… buktikan omongan sampeyan…
). Jadi, saya hanya punya pilihan tunggal jika ingin mengisi dompet saya dengan lembaran-lembaran hijau bergambar Otto Iskandar Dinata… 
Komentar Terakhir